Tampilkan postingan dengan label rasulullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rasulullah. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2016

ramadhan

tak setampan Nabi Yusuf, tak seromantis Nabi Adam, dan tak sebaik Rasulullah.
Ichsan Afriadi

Bulan Ramadhan

Semoga tak akan dosa hati ini membawa namamu duhai Bulan yang mempesona, dalam rangkaian kalimat sederhana tak banyak makna yang dibentangkan oleh si Pendosa.
Semua semata-mata hanya untuk meredakan kerinduan dan betapa sayangnya ia padamu, semoga Ilahi kan mempertemukan kita kelak di bawah indahnya lailatul qadar.

Adakah saat-saat lain yang bisa menyingkirkanmu?
Sedangkan kitab yang menceritakan Kalimat Tuhan kita mengagungkan tanpa ragu.

Adakah hari-hari lain yang lebih menenangkan dan menyejukan hati mereka yang percaya pada Rabb'nya selain hari dimana kau adalah penghulunya?
Sungguh sekalipun detik terindah mereka dikumpulkan, tetap saja detik dalam namamu takkan mampu tergantikan.


Bagaimanakah cara pendosa ini merangkulmu?
Apakah dengan tangan hina ini?


Bagaimanakah cara pendosa ini menghadapmu?
Haruskah dengan wajah nista ini?


Bagaimana pula ia akan hidup dalam Keagungan-Nya yang murah saat kau tiba?
Mestikah dengan hati yang tersakiti ini?
Dan takkan menepi pertanyaan dalam benak ini untukmu, untuk mengharap Keluhuran Ilahi dalam nama Penuh Keindahan.

Terangkan kami Duhai Ramadhan, kelembutan Ilahi dalam balutan dahaga yang tertahan.
Yang semoga Ia me-ridhai kami atasnya.

Perlihatkan kami Duhai Al-Mubarak, tanda kecintaan Ilahi dalam lapar yang tak tentu arah. Yang semoga Ia semakin menguatkan kami karenanya.

Entah bagaimana Para Penggubah Syair Rabbani memuja-mujimu, yang ku yakin kerinduan mereka jauh melampaui pikiran dan lebih dalam dari relung hati yang terselubung sekalipun.

Dan sirami kami dengan Mahabbah-Mu dalam tiap detik yang merambat namun cepat di Ramadhan tahun ini, Duhai Ilahi.
Agar takkan ada tangis saat kelak ia meninggalkan para Pendosa ini di waktu Fitri.

Belenggu Qalbu kami dengan Ramadhan-Mu yang kian menghampiri bersama semangat Nabawi, ya Rabbi.
Semoga ia dengan izin-Mu, kan menuntun kami menjadi pemenang sejati di akhirnya nanti.

Ajari kami Bercinta dengannya, sekalipun peluh juga tetes air mata kan beserta.

18 comments:

MaMa AiNi
salam...ramadhan akan datang dan pergi !!semuga ramadhan kali ini akan dapat dihayati dengan redha dan keikhlasan...n bila awardnya akan dipindahkan ya..he 2x...
Caang
Sangat bagus puisimu kawan
Anonymous
subhanallah....indah sekali ayat itu.
Ash Shikano
puitis ayat2 kamu..dan terima kaseh sudi lawat blog aku.. from now, aku akan selalu datang sini.. anyway, your entry always superb!!
tieykah
sangat bagus entry kamu ya:)
eyka yuca mika ツ
<3 bulan ramadhan .
sabri
nancep sekali kata-katanya,,,,
marcheijourney
Subhanallah.. bagus sekali rangkaian kata-katanya..
Sebentar lagi ramadhan datang. Mari kita sambut dengan suka cita...
bundadontworry
ya, sebentar lagi, kita umat muslim akan dapat merasakan nikmatnya Ramadhan.
alangkah bahagianya.............semoga Allah swt mengizinkan kita semua utk menemui dan menikmati bulan suci ini ,amin
salam
faidah misnan
ramadhan akan menjelma . .
pada sesiapa yg ada hutang pada sebelumnye . jgn lupa untuk menyelesaikannye . .

:))
^^ butang follw fai ada jek kat situ tuan blog .
salam perkenalan . :)
NECKY
Insya Allah kita akan bertemu kembali dengan Ramadhan tahun ini....
ded
Setelah membaca rangkaian kata-kata indah di atas. Terasa sejuk hati ini....
Langsung teringat saya belum shalat ashar...
Terimakasih, permisi Mas, mau shalat dulu....
myheart_sick
SubhanaAllah,smoga kita dapat merasakan :)
Mercedes-Benz
mantep banget mas kata-kata nya.... mebuat hati terasa sejuk :D
belajar gitar
mantap sobBan Terbaik di Indonesia GT Radial
Belajar gitar
Cari Uang
idawin
Salam, sememangnya semangat Ramadhan tidak akan pernah pudar selagi mana insan menghayatinya.
gambar lucu
mantap nh bro....jalan2 kmari brow..
lowongan kerja
gambar kita
infocomputerok
Buatan sendiri ya? wah jadi penyair niee
 
 
 Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta
 
 http://www.ichsanafriadi.com/2011/05/rindu-bulan-ramadhan.html
 

do you follow the sunnah?

tak setampan Nabi Yusuf, tak seromantis Nabi Adam, dan tak sebaik Rasulullah.
Ichsan Afriadi

Do You Follow the Sunnah?

{Hadith - Bukhari 3:553, Narrated 'Abdullah bin 'Umar Radi'Allahuanhu}
(Also in Muslim, Narrated Abu Huraira)

Sunnah

Rasulullah Sallallahu'alaihi Wasallam said, "A woman was tortured and was put in Hell because of a cat which she had kept locked till it died of hunger." Rasulullah Sallallahu'alaihi Wasallam further said, "(Allah knows better) Allah said (to the woman), You neither fed it nor watered when you locked it up, nor did you set it free to eat the insects of the earth."


{Hadith - Muwatta 2.13}

Sunnah

Yahya related to me from Malik from Ishaq ibn Abdullah ibn Abi Talha from Humayda bint Abi Ubayda ibn Farwa that her maternal aunt Kabsha bint Kab ibn Malik, who was the wife of the son of Abu Qatada al-Ansari, told her that once Abu Qatada was visiting her and she poured out some water for him to do wudu with. Just then a cat came to drink from it, so he tilted the vessel towards it to let it drink. Kabsha continued, "He saw me looking at him and said, 'Are you surprised, daughter of my brother?' I said, 'Yes.' He replied that the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, said, cats are not impure. They intermingle with you .' "

Yahya said that Malik said, "There is no harm in that unless one sees impurities on the cat's mouth."


{Hadith - Muslim, Narrated , Ummul Mu'minin 'Aisha Radi'Allahuanha}

Sunnah

Dawud ibn Salih ibn Dinar at-Tammar quoted his mother as saying that her mistress sent her with some pudding (harisah) to Aisha who was offering prayer. She made a sign to me to place it down. A cat came and ate some of it, but when Aisha finished her prayer, she ate from the place where the cat had eaten. She stated: The Messenger of Allah said, It's not unclean! It's one of those who go round among you. She added: I saw the Messenger of Allah performing ablution from the water left over by the cat.

I'm only human and am still learning myself but hopefully this will be of benefit, aamiin. Any mistakes are my own and the rest is from Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Wassalam, peace be with you!

4 comments:

die
Sunnah Rasullulah ada tuntunan hidup.
Aicha
Thanks for reminding me :-)
O CIKTEDDY
jika dfikirkan secara logik,haiwan pun perlukan pelbagai kperluan sama mcm manusia jugak.. =)
lowongan kerja cpns
keren nh blog
lowongan kerja
gambar kita
thanks
 
 
 Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta
 http://www.ichsanafriadi.com/2012/02/do-you-follow-sunnah.html
 
 

Jumat, 15 April 2016

kisah teladan

Kisah Teladan Islami Si Tukang BatuKisah Teladan Islami kali ini akan membagi tentang Si Tukang Batu Yang Di Cium Rasulullah . Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman pada kaum muslimin. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.
Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.
Sang manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?”
Si tukang batu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar.”
Rasulullah adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasul pun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda,
“Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya’.
* Rasulullahl tidak pernah mencium tangan para Pemimpin Quraisy, tangan para Pemimpin Khabilah, Raja atau siapapun. Sejarah mencatat hanya putrinya Fatimah Az Zahra dan tukang batu itulah yang pernah dicium oleh Rasulullah. Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh Rasulullah justru tangan yang telapaknya melepuh dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena kerja keras.
Suatu ketika seorang laki-laki melintas di hadapan Rasulullah. Orang itu di kenal sebagai pekerja yang giat dan tangkas. Para sahabat kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, andai bekerja seperti dilakukan orang itu dapat digolongkan jihad di jalan Allah (Fi sabilillah), maka alangkah baiknya.” Mendengar itu Rasul pun menjawab, “Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu fi sabilillah.” (HR Thabrani)
* Orang-orang yang pasif dan malas bekerja, sesungguhnya tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan sebagian dari harga dirinya, yang lebih jauh mengakibatkan kehidupannya menjadi mundur. Rasulullah amat prihatin terhadap para pemalas.
”Maka apabila telah dilaksanakan shalat, bertebaranlah kam di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. Al-Jumu’ah 10)
”Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi ini”. (QS Nuh19-20)
* ”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas)
”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)
”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud, selalu makan dan hasil usahanya”. (HR. Bukhari)
”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)
”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad) ( Baca juga : Mencari Nafkah Termasuk Pengertian Jihad Dalam Islam )
Demikian lah sebagan kecil tentang kisah teladan islami agar kita semakin tahu dan semakin giat dalam mencari rizki allah yang halal dan berkah